Selasa, 01 Juni 2010

Gunung Papandayan

Ini adalah pendakian kami yang pertama. Yaitu pada akhir desember tahun 2000. waktu itu kami berangkat dengan menumpang truk sayur dari pasar induk cikokol, tangerang (back packer style gitu loch..). Kami terdiri dari (Saya, Choky, Irvan, Sanglir, Tado, Kandar, Awi, Pepeng, Ekeng, Edi, Dahlan dan Iwan).

Sebelum kami melakukan pendakian, kami terlebih dahulu transit dirumah teman kami Edi dan Ekeng yang merupakan satu kampong digarut. Disini kami bermalam untuk istirahat dan mempersiapkan perbekalan sebelum menuju gunung papandayan.

Sambutan  dari warga kampung kami rasakan cukup hangat dan penuh kekeluargaan. Maklumlah kami orang-orang dari kota. Selama kami berada disini, jamuan diberikan tanpa habis-habisnya. Baik kopi dan teh hangat, pisang goreng, ikan asin, pokoknya makanan-makanan ala kampunglah. Rasanya kami tidak ingin lekas meninggalkan kampung ini.
Namun demikian, misi kita yang sebenarnya adalah mendaki gunung papandayan. Setelah kita bersenang-senang dikampung, ujian yang sebenarnya adalah esok paginya. Sekitar tanggal 30 desember 2000, kami bergegas menuju gunung papndayan. Dan kira-kira pada pukul 11.30 siang, kami tiba di pintu masuk sebagai akses menuju gunung papandayan. Sebelum kami berangkat, kami sempatkan dahulu untuk shalat zuhur disebuah masjid. Setelah itu kami segera meluncur menuju gunung papandayan.

Setelah kami tiba di camp david (basecamp) gunung papandayan, kami langsung disambut oleh hujan deras yang membasahi seluruh pakaian dan perbekalan yang ada didalam tas. Akhirnya sebagian dari kami jatuh sakit dan meriang. Untuk menjaga kondisi fisik dan kesehatan, kami langsung membuat minuman panas seperti wedang jahe, bandrek, susu dan teh manis, sementara kawan-kawan yang masih sehat menyelesaikan mendirikan tenda.

Setelah tenda berhasil didirikan,  perbekalan dan peralatan langsung kami susun rapih dalam tenda. Haripun semakin gelap dan dingin. Untuk menghilangkan rasa dingin, kami melakukan kegiatan berasama kawan-kawan pencinta alam lainnya seperti membuat api unggun dan bernyanyi bersama. Hal ini membuat suasana menjadi sedikit lebih hangat.

Dan tak terasa pagi hari pun tiba, akhirnya sang fajar menampakan sinarnya. Hal itu kami manfaatkan untuk menghangatkan tubuh dan menjemur beberapa pakaian kami yang basah. Sambil menunggu kering, tim dapur telah mempersiapkan sarapan dengan menu yang standar anak-anak gunung yaitu mie instant.

Setelah selesai sarapan kami langsung menuju puncak gunung papandyan (pondok salada). Dalam perjalannya kami melewati kawah-kawah ynag terkenal sangat aktif (tercat sudah beberapa kali kawah ini meletus). Bau asap belerang begitu menyengat hidung. Ditempat ini kami tak lupa untuk berfoto ria sebagai kenang-kenangan.

Setelah menempuh perjalanan 3 jam lamanya, akhirnya kami tiba di pondok salada dan langsung mendirikan tenda. Sebagaian kawan mencari kayu bakar untuk memasak dan membuat api unggun. Karena hari ini bertepatan dengan perayaan malam tahun baru 2001. menjelang detik-detik tahun baru seluruh kawan-kawan dari berbagai kelompok Pencinta Alam berkumpul bersama mengelilingi api unggun yang besar untuk merayakan tahun baru. Dan satu sama lainnya saling memberikan ucapan selamat. Kemudian disusul dengan nyanyian dan pancaran kembang api (begitu menakjubkan).

Itulah sepenggal pengalaman kami yang merupakan titik awal bagi kami dalam mountainering untuk meneruskan pendakian dan penjelajahan kebeberapa gunung-gungung lainnya yang ada di Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar