Selasa, 15 Juni 2010

Gunung Semeru

Petualangan ini adalah sewaktu kami naik ke Gunung Semeru, Malang, Jawa Timur. tepatnya pada tahun 2001. Kami berangkat dari kampus (Universitas Bung Karno) hanya tiga orang saja (saya, Panca, dan Budi). Kami berangkat sekitar jam 2 siang dari Jakarta (Statsiun Pasar Senen) kami naik kereta Matar Maja Jurusan Malang dan tiba  disana jam 10 pagi. Didalam kereta kami brkenalan dengan seorang wanita Cantik (Ira namanya) dia ternyata mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang. kami sempet berkenalan dan ngobrol-ngobrol selama didalam perjalanan. (lumayan perjalanan jadi gak boring..)

Selama dalam perjalanan, kami disuguhkan oleh beraneka macam kuliner yang khas dari berbagai daerah. Kami menemui peyek udang di daerah Cirebon, nasi rames di daerah purwokerto, dan nasi pecel dari daerah madiun. Makanan tradisional ini sangat terjangkau sekali harganya dan disamping itu menyehatkan pula.

Setelah tiba distasiun malang, akhirnya kami berpisah dengan Ira, dan mengambil jurusan masing-masing, dia ke kampus dan kami ke terminal Arjosari untuk melanjutkan perjalanan ke base camp gunung semeru. sesampainya di terminal, kami melanjutkan perjalanan dengan angkot ke desa tumpang untuk transit menggunakan Jeep. kami menuju ke base camp bersama kawan-kawan pencinta alam lainnya yang berasal dari daerah surabaya dan madiun. Selama diperjalanan, kami bercengkrama sambil menikmati pemandangan alam dan aktivitas penduduk warga sekitar lereng gunung.

Setelah menempuh perjalanan kira-kira 2 jam lamanya akhirnya kami tiba di base camp (ranu pane) untuk mendaftarkan diri sebelum malkukan aktivitas pendaian. Tak lama setelah itu kami pun tak sabar ingin segera mendaki gunung yang sangat eksotis itu. Didalam perjalanan, sewaktu dihutan, kami bertemu beberapa pendaki lain baik yang turun maupun yang naikdan kita saling bertegur sapa.

Hal yang menarik adalah ketika kami berjumpa dengan pendaki bule dari Jerman, kebetulan kami melakukan pendakian pada liburan musim panas (summer). Jadi banyak sekali bule-bule yang ikut mendaki gunung. mereka sangat ramah dan kita saling berkomunikasi (walaupun bahasa inggris kami pas-pas an). Hebatnya ketika kami menyapa dengan bahasa inggris justru mereka menjawabnya dengan bahasa jawa (haha..mereka selangkah kebih maju dari kami). Hal itu terjadi ketika kami mengucapkan “excuse me” mereka malah menjawab “monggo..”.
Sebelum menuju puncak kami transit untuk mendirikan tenda di pos ”ranu kumbolo” yaitu sebuah danau indah yang berada di tengah-tengah gunung semeru. Suhu udara di tempat ini begitu extreme pada dini hari suhu bisa mencapai -1 derajat celcius. Ini ditandai dengan adanya tetesan-tetesan air yang membeku (es) di atas tenda kami.
Satu tantangan terberat lainnya adalah ketika kami menuju puncak. Track didominasi oleh pasir dan bebatuan yang sangat labil yang mengakibatkan sering longsor dan itu bisa membagayakan para pendaki jika tidak waspada, tapi berkat doa dan semangat yang tinggi kami berhasil mencapai puncak dengan selamat.
Puncak semeru begitu legendaries, karena di tempat inilah Soe Hok Gie aktivis mahasiswa dari Mapala UI tewas akibat terkena asap beracun. Sebagai bentuk penghormatan kepada beliau banyak kelompok pencinta alam yang melakukan nampak tilas setiap tahunnya.

Demikianlah pengalaman kami dalam pendakian gunung semeru. Tentunya pendakian kali ini begitu penuh kenagnan indah yang tidak pernah kami lupakan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar