Sabtu, 06 November 2010

Tanam Mangroov di Pantai Marunda


2 Agustus 2008, saya beserta kawan-kawan yang tergabung dalam pemuda lintas iman, dalam wadah ICRP (Indonesian Confrence on Religion and Peace) melakukan kegiatan tanam mangroov di pantai marunda Jakarta Utara. Kegiatan yang di fasilitasi oleh Bina Warga ini mendapatkan antusias yang cukup tinggi dari berbagai kalangan pemuda lintas iman.

Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya erosi dan abrasi pantai Jakarta yang keberadaannya saat ini sangat terancam akibat adanya reklamasi untuk pemukiman dan lahan bisnis. Belum lagi masalah pantai yang di penuhi oleh sampah masyarakat Jakarta yang tidak memiliki kesadaran terhadap lingkungan hidup.

Rabu, 03 November 2010

DILEM SEORANG PEREMPUAN


Feminisme menjadi sebuah diskursus yang cukup “seksi” untuk  di selami. Bak sebuah makanan yang lezat, sehingga mampu membuat  air liur saya menetes untuk mencicipinya. Saya gak mau juga dibilang laki-laki yang egois. Karena apa? Karena ada sebagian perempuan (pejuang feminisme khususnya) yang menganggap laki-laki yang tidak concern dengan masalah feminisme adalah laki-laki yang diuntungkan oleh kondisi status quo”. Yakni laki-laki yang telah nyaman dengan pola hubungan antara peran sosialnya dengan lawan jenisnya. 

Kamis, 14 Oktober 2010

Donor Darah


Tahun 2006 ini adalah pertama kali saya melakukan donor darah. Walaupun agak telat sih, soalnya kenapa juga gak saya lakukan dari masa SMA dulu. Namun menurut saya tidak ada kata terlambat untuk berbuat suatu kebaikan. Bukan karena takut jarum atau ngeri melihat darah. Pada waktu itu saya boleh dibilang tipe orang yang cuek dan kurang peka terhadap kehidupan social. Jadi waktu itu gak terfikir untuk melakukan donor darah.


Namun pikiran saya berbalik 180 derajat ketika berawal dari bencana alam tsunami di Nangro Aceh Darussalam (2004 akhir) yang pada waktu itu kebetulan saya ikut menjadi relawan dari sebuah NGO (Non Govermental Organisation).

Betapa miris hati saya melihat penderitaan disana, banyak sekali korban meninggal akibat terjangan tsunami yang maha dahsyat itu. Dan sejak itulah kepedulian saya terhadap kemanusiaan mulai tumbuh secara perlahan.

Rabu, 22 September 2010

Tanam pohon di lereng Gunung Gede-Pangrango

3 Mei 2009, saya bersama kawan-kawan dari green radio dan berbagai komunitas pencinta alam lainya melakukan kegiatan penanaman pohon di lereng gunung gede-pangrango, Jawa Barat. Kegiatan ini adalah dalam rangka merespon issu “global warming” yang melanda bumi kita yang tercinta ini.


Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini begitu mendapat respon yang luar biasa dari berbagai kalangan. Mahasiswa, jurnalis, pelajar, pengusaha, artis dan juga pejabat turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sebut saja contohnya Rebecca dan Jimly Asshidiqi.

Minggu, 01 Agustus 2010

GUNUNG SALAK



Kamis, 24 September 2009, aku beserta kawan-kawan pencinta alam melakukan pendakian gunung salak yang terletak di Jawa Barat. Tim kami yang awalnya  beranggotakan 15 orang ini menjadi bertambah 17 orang setelah 2 orang pendaki wanita ikut bergabung untuk melakukan pendakian bersama. Tim kami mengawali pendakian dari pintu masuk Cidahu.

Mengawali start pendakian adalah sekitar pukul 5.30 sore, dengan kata lain, kami mengambil waktu malam hari untuk melakukan pendakian. Mengambil waktu pendakian pada malam hari tentunya memiliki tantangan tersendiri. Kegelapan malam, dinginnya udara dan binatang buas adalah beberapa contoh kecil tantangan yang harus kami hadapi.

Sabtu, 31 Juli 2010

Gempa Padang

Awal Oktober 2009,  bersama NGO Humanity First, saya turut berpartisipasi dalam misi kemanusiaan dalam membantu meringankan korban gempa bumi. Kota Pariaman adalah salah satu lokasi yang saya kunjungi. Jenis bantuan yang kami berikan berupa makanan siap saji untuk masyarakat disana dengan cara mendirikan posko dapur umum.



Ini adalah pertama kali saya menginjakan kaki di Padang. Hari pertama kami tiba disana, langsung disuguhkan oleh pemandangan yang sangat miris dan menyayat hati. Betapa tidak, Padang  yang dalam benak saya adalah sebuah kota yang sangat eksotik, namun karena keganasan alam menjadi porak poranda dan meninggalkan pilu pada masyarakatnya.

Kamis, 08 Juli 2010

Pengalaman mengikuti sekolah Agama di ICRP

Pada tanggal 6 Juni 2010, saya mengikuti sekolah agama yang di selenggarakan oleh Indonesian Confrence on Religion and Peace (ICRP). Ini merupakan pengalaman pertama saya dalam mengikuti sekolah agama ini.

Kebetulan saat itu diskursus yang diangkat adalah mengenai “Parmalim”. Yaitu agama local suku batak yang masih eksis sampai sekarang. Dengan narasumbernya adalah Mulo Sitorus salah satu tokoh Penghayat Parmalim.